Rabu, 09 Desember 2009

Muhasabah harian setiap Muslim

1. Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)
2. Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)
3. Apakah anda hari ini membaca Al-Qur’an?
4. Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib?
5. Apakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib?
6. Apakah anda hari ini khusyu’ dalam shalat, menghayati apa yang anda baca?
7. Apakah anda hari ini mengingat mati dan kubur?
8. Apakah anda hari ini mengingat hari kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya?
9. Apakah anda telah memohon kepada Allah sebanyak 3 kali agar dimasukkan ke dalam syurga?
10. Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah sebanyak 3 kali agar diselamatkan dari api neraka? Karena: "Barang siapa yang memohon syurga kepada Allah sebanyak 3 kali, Syurga berkata, "Wahai Allah! Masukkanlah ia ke dalam syurga", dan barang siapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak 3 kali, Neraka berkata, "Wahai Allah! Selamatkan ia dari api neraka"." (Shahih Al-Jami’ No. 6151 Jilid 6)
11. Apakah anda hari ini membaca hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?
12. Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?
13. Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?
14. Apakah anda hari ini menangis karena takut kepada Allah?
15. Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari?
16. Apakah anda hari ini telah memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah anda perbuat?
17. Apakah anda telah memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid, maka Allah akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya." (HR. Muslim)
18. Apakah anda telah berdo’a kepada Allah agar Ia menetapkan hati anda di atas agama-Nya?
19. Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo’a kepada Allah di waktu –waktu yang mustajab?
20. Apakah anda telah membeli buku-buku islam untuk memahami islam? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang diikuti oleh para sahabat Nabi, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar).
21. Apakah anda memintakan ampun kepada Allah untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? Karena dengan mendo’akan mereka anda mendapat kebaikan pula. (Shahih Al-Jami’ No. 5902)
22. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat Islam?
23. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?
24. Apakah hari ini anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan?
25. Apakah anda dapat menahan amarah yang disebabkan karena urusan pribadi dan berusaha untuk marah karena Allah semata?
26. Apakah anda telah berusaha untuk selalu menjauhkan diri dari sikap sombong dan membanggakan diri?
27. Apakah anda telah mengunjungi saudara –saudara seiman dan seagama (ikhlas karena Allah semata)?
28. Apakah anda telah berdakwah untuk keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang yang ada hubungannya dengan diri anda?
29. Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?
30. Apakah anda selalu mengucapkan "Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun – Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya" jika anda mendapat musibah dari Allah? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Hendaklah masing-masing kalian melakukan istirja’ (mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun) pada setiap hal meskipun ketika tali sandalnya putus karena hal itu termasuk musibah." (Hadits hasan, lihat Shahih Al-Kalimut Thayyib No. 140)
31. Apakah anda hari ini mengucapkan do’a: "Allahumma Innii A’uudzubika an Usyrikabika wa Anaa A’lam wa Astaghfiruka Limaa laa A’lam – Ya allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui dan aku memohon ampunan-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui." (Shahih Al-Jami’ No. 3625). Barang siapa yang mengucapkannya maka Allah akan menjauhkan darinya dari syirik besar dan syirik kecil.
32. Apakah anda selalu berbuat baik kepada tetangga?
33. Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad dan dengki?
34. Apakah anda telah membersihkan lisan anda dari perkataan dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata yang tidak ada manfaatnya?
35. Apakah anda selalu takut kepada Allah dalam hal penghasilan, makanan, minuman dan pakaian?
36. Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan?
37. "Akhi muslim, jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan nyata, agar engkau mendapat ridla Allah dan menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan di akherat, Insya Allah."

Sumber:
- Zaadul Muslim Al-Yaumi , Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah .
- Al-Qabru ‘Adzaabuhu wa Na’iimuhu, Syaikh Husain Al-‘Awaisyah

Senin, 07 Desember 2009

Kehamilan, Aborsi dan Faktor Sosial Ekonomi

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”.
( سورة الإسراء , Al-Isra, ayat 31)

Ana punya teman, sahabat dan saudara yang sedang kebingungan, sahabat ana ini berusia sekitar 46 tahun, mempunyai 5 (lima) orang anak, yang bungsu berusia sekitar 2,5 tahun, beliau sedang gundah gulana karena isterinya ternyata positif hamil lagi, kegundahan beliau adalah sang isteri tidak menginginkan kehamilan ini dan berencana untuk melakukan ‘aborsi’, dan beliau meminta saran dan nasehat kepada ana. Bagaimana jalan keluar dari permasalahan ini.

Sang isteri beralasan bahwa tujuan melakukan tindakan aborsi adalah, pertama karena malu mengingata usianya yang baru 36 tahun. Kedua karena sudah terbayang betapa capek dan sangat menyita waktu dalam merawat dan membesarkan sang jabang bayi kelak. Ketiga usaha sang isteri dalam bidang Laundry sedang mengalami kemajuan yang signifikan. Keempat karena faktor sosial ekonomi, kebetulan sahabat ana ini seorang entrepreneur yang sedang mengalami kebangkrutan usaha sama seperti ana, dan sedang dalam usaha membangun kembali dari keterpurukan, sang Isteri takut dan khawatir mengenai biaya-biaya yang harus dikeluarkan dalam masa kehamilan, proses persalinan dan proses dalam masa pertumbuhan. Dan alasan-alasan lainnya.

Menilik dari semua alasan tersebut, ana hanya bisa menunjukan ayat tersebut diatas, dan berkata kepada sahabat ana, apapun alasan yang dikemukakan, tindakan aborsi adalah salah, dan merupakan tindakan illegal, tindakan tersebut sulit diterima secara medis, hukum apalagi secara syariah Islam, dan entah apa tindakan ini bisa diterima karena alasan kehamilan tersebut dapat beresiko kematian kepada sang Ibu, karena alasan-alasan klinis dan medis. Sejauh yang ana tahu ini masih Pro dan Kontra dikalangan para ulama.

Kalau menurut pandangan ana, apapun bentuk alasan yang mendasari tindakan aborsi tetap salah dan tidak diperbolehkan, kalau hanya karena alasan diatas, maupun alasan secara medis untuk lebih menyelamatkan nyawa sang Ibu. Karena ana berpendapat untuk urusan kematian, mutlak merupakan hak pregotatif Allah SWT, dan bukan jaminan dengan melakukan tindakan aborsi akan menyelamatkan nyawa sang Ibu.

Dan ana juga menasehati, jangan menolak karunia dari Allah SWT ini, barangkali ini merupakan kunci pembuka dari pintu-pintu rejeki yang membentang, ana bilang buatlah Allah tersenyum karena sikap dan perbuatan kita, jangan sampai rahmat Allah terputus karena kesalahan kita dalam mengambil keputusan.

Dalam situasi seperti ini, ana ketar-ketir juga, kalau sampai terjadi juga upaya tindakan aborsi ini, walau ana sudah menakut-nakuti bahwa tindakan ini ‘Breaking the Law’ dan bisa terjerat KUHP tentang aborsi (seperti penegak hukum aja yah..)
Ana jadi bingung dan serba salah juga menghadapi kasus ini.

Barangkali dari rekan-rekan ada yang bisa kasih ‘Input’ mengenai masalah ini, dan memberikan komentar terkait kasus ini. Dan ana juga sudah berjanji untuk membesarkan anak tersebut bersama-sama kelak, dan membantu sebisa yang ana mampu lakukan agar upaya ini tidak ‘nekad’ untuk dilakukan.

I’ll be waiting for your reply and your advise…..Jazakumullah khairan khatsiro, barakallah fikum.

Minggu, 06 Desember 2009

Menjadi Manusia Besar...?

Sayyid Qutub berkata : “Siapa yang hidup bagi dirinya, akan hidup sebagai manusia kecil, dan mati sebagai manusia kecil”, setelah membaca kalimat ini sempat kepikiran juga, dan mulai asyik berpikir, melakukan ‘flash back’ semua perjalanan yang pernah dijalani, apa selama ini ana hidup untuk diri ana sendiri, atau ana sudah berbuat banyak untuk hidup orang lain, karena “Siapa yang hidup bagi orang lain, hidup sebagai manusia besar dan takkan mati selamanya”.

Ternyata hidup bukan hanya sekedar mencari makan, menikah dan lalu mempunyai keturunan, hidup tidak sesederhana itu, tapi bagaimana kita bisa mengisi hidup ini dengan sebaik-baiknya, dan berbuat banyak untuk hidup orang lain, barangkali ini yang dimaksud dengan falsafah ‘Hablu minannas’. Kita harus selalu berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan, lalu…bagaimana mereka yang hidup dalam dunianya sendiri, menarik diri dari pergaulan dan bersikap ‘Anti Social’, bahkan untuk bertegur sapa saja enggan.

Dahulu ana punya motto ‘bekerja keraslah untuk duniamu, jangan lupakan urusan akhiratmu’ ternyata sangat tidak banyak membantu mengatasi masalah-masalah yang bersinggungan dengan hati, boro-boro tidak melupakan urusan akhirat, malah urusan akhirat sama sekali tidak ada dalam agenda ana, makanya sekarang ana coba balik menjadi ‘bekerja keraslah untuk akhiratmu, dan jangan lupakan urusan duniamu’ dan benar-benar ‘amazing’, banyak hal-hal yang diluar kapasitas otak ana, bisa terjadi yang secara teori ataupun logika, mustahil bisa terjadi, atau ini yang disebut ‘Barakallah’? Walau perlahan tapi pasti, ada perubahan yang terjadi dalam setiap lini.

Tapi…bukan mutlak sebagai keinginan ana untuk menjadi ‘manusia besar’ karena jelas kapasitas ana tidak akan sampai pada posisi ini, ana cuma ingin berbuat baik dan menjadi lebih baik, dan bisa mati dalam keadaan baik-baik. Apalagi sampai bisa menjadi bagian dari sejarah, waduh…..merupakan suatu hal yang amat musykil bisa terjadi.

Paling tidak ana memang manusia besar dibanding para balita, hehehe….atau barangkali antum yang akan menjadi manusia besar pada generasinya.

“Manusia itu bagai rombongan seratus onta, hampir-hampir tak kau temukan ada yang layak diantara mereka untuk jadi penggembala”. ( Al Hadist )

Hadist ini menggambarkan, bagaimana kita dituntut untuk bisa meruntuhkan ‘Status Quo’ seratus onta, dan bisa menemukan orang yang tepat sebagai ‘Leader’, syukur-syukur malah kita yang bisa menjadi Leader, mudah-mudahan antum merupakan salah satu orang yang diketemukan dan atau menjelma menjadi ‘Manusia besar’……Who Knows?

Kamis, 03 Desember 2009

If you have no reason, it means you have no motivation

Barangkali karena motivasi sedikit menurun atau karena memang sudah tidak termotivasi lagi, hingga coba mencurahkan isi hati dan isi kepala, biar motivasi bisa hadir lagi, semangat yang memudar kembali menyala, atau ini akibat dari tidak adanya alasan-alasan yang mendasari suatu motivasi.

Akhir-akhir ini terjadi penurunan motivasi dalam hal apapun, kata orang ini manusiawi, karena dalam kehidupan seseorang akan mengalami ‘fase fluktuasi’ dalam beribadah, berkarya ataupun berda’wah, dan yang ditakutkan penurunan ini akan terus menukik tajam hingga pada fase ‘Critical Condition’ yang secara langsung berakibat terjadinya ‘Dekadensi’, waduh….serem juga kalau ini sampai terjadi.

Banyak target-target harian, mingguan atau bulanan yang tidak bisa terlaksana dengan baik, sudah coba bermuhasabah, bertafakur apa yang mengakibatkan motivasi menjadi melemah, diagram ‘Kurva S’ sudah tidak lagi berbentuk huruf S, tetapi semakin tidak berbentuk. Progresifitas bukan menanjak tinggi tetapi menukik turun.

Atau, apa karena alasan yang mendasari motivasi sudah tidak relevan lagi atau sudah ‘Out Of Date’ hingga motivasi menjadi ‘Stagnan’ diam tak bergerak. Ana dulu pernah bekerja di Konsultan Perencana sebagai Arsitek, hanya dua tahun, karena alasan pekerjaan ini tidak cocok karena terlalu banyak dibelakang meja, memotivasi ana untuk pindah bekerja ke Kontraktor, pekerjaan yang menuntut ‘mobilitas’ yang tinggi, bekerja ‘Under Pressure’, begitu mobile nya pekerjaan tersebut hingga kadang waktu semakin tidak berpihak, jam 2 pagi ana masih di proyek dan justru membuat ana jadi jarang pulang padahal proyek yang ditangani berjarak hanya 30 Km dari tempat tinggal ana, dan karena alasan ketidak berpihakan waktu, perubahan pola hidup dan sedikitnya bersosialisasi dengan lingkungan, memotivasi ana untuk coba-coba atau lebihnya ‘nekad’, menjadi entrepreneur, membuka Perusahaan sendiri, agar bisa bebas bekerja, dapat mengendalikan waktu, dan dapat melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ana inginkan, walau dalam perjalanan tidak semanis yang dibayangkan, ana tetap punya alasan untuk terus termotivasi untuk sedikit demi sedikit bangkit dari keterpurukan.

Ada beberapa kiat untuk mengembalikan motivasi yang hilang, mungkin kiat ini bisa mengembalikan kembali semangat untuk tetap terus beribadah, berkarya ataupun berda’wah, antara lain : ( Ini belum tentu benar, jadi mohon koreksinya, Pen )

Tips Motivasi yang pertama : tulis semua tujuan/keinginan anda dan berdoa.

Ingin perusahaan tetap eksis? Menjadi settle? Rencana proyek? Target proyek? tulis semuanya.. dan taruh di tempat yang sering di lihat, dan ketika motivasi turun. lihat kembali catatan anda untuk menguatkan kembali motivasi yang turun. Mulai hari dengan shalat dhuha, dan lakukan shalat istikharah ketika akan memulai proyek baru.

Tips Motivasi yang Kedua : Banyak bersyukur.

tiap kali anda sanggup untuk menyelesaikan atau mendapatkan keinginan anda. coba untuk bersyukur dan melakukan qiyamul lail, hal ini dapat membuat kita menikmati dan termotivasi untuk mencapai tujuan selanjutnya.

Tips Motivasi yang ketiga : cari teman yang mempunyai fikrah sama

kadang berdua lebih baik daripada sendiri, temukan teman yang mempunyai tujuan ataupun keinginan yang sama, hal ini berguna untuk memotivasi diri kita. walaupun didalamnya terdapat unsur kompetisi. akan tetapi, cara ini terbukti efektif.


Tips Motivasi yang keempat : Tilawah dan mendengarkan ayat suci Al Qir’an

dengarkan murattal untuk tetap bersemangat, karena terbukti orang dapat berjalan lebih jauh ketika sering mendengarkan ayat suci Al Qur’an dan selalu tilawah.

Tips Motivasi yang kelimat : muhasabah dan pikirkan kembali kenapa anda menginginkannya

usahakan ketika memulai hari, bermuhasabah dan pikirkan kembali kenapa anda harus mencapainya, segala tujuan anda. lakukan ini beberapa menit saja dapat membuat anda lebih energik, dan siap menantang godaan yang menghadang.

Oleh karena itu, kenapa ana tidak bersedia untuk menjadi ‘Ketua RT’, karena ana memang tidak punya alasan yang tepat untuk jabatan ini, sehingga ana benar-benar tidak punya motivasi, apalagi ambisi untuk menduduki ‘jabatan ini’, motivasi ana Cuma bagaimana agar Perusahaan ana bisa ‘Settle’ dan bisa kembali mempekerjakan rekan-rekan ana dan berkumpul lagi untuk terus ‘eksis’ dengan visi dan misi yang baru dan bisa menjadi ‘Spiritual Company’ sesuai yang dicita-citakan dan diharapkan.

So…buat sebanyak-banyaknya alasan-alasan, yang bisa memotivasi kita untuk progresif, kalau antum ada input atau kiat-kiat untuk mengembalikan kembali motivasi yang hilang, ana tunggu masukannya, karena ana lagi butuh taujih, biar terus tetap semangat.

Senin, 23 November 2009

Ketua RT dan Cuci Otak

Sering kita mendengar dalam kehidupan sehari-hari, ketika ada seseorang yang bisa melakukan suatu perbuatan yang diluar nalar kita, seperti tindakan bom bunuh diri, atau sekelompok pasukan bayaran yang berani mati, katanya…orang mampu melakukan tindakan-tindakan tersebut karena telah di 'cuci otak'nya.

Cuci otak adalah sebuah upaya rekayasa pembentukan ulang tata berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu menjadi sebuah tata nilai baru, praktik ini biasanya merupakan hasil dari tindakan 'indoktrinasi', dalam 'psikopolitik' diperkenalkan dengan bantuan penggunaan obat-obatan dan sebagainya. (Wikipedia – Indonesia)

Opini publik yang berkembang, 'brainwash' atau cuci otak selalu diidentikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh teroris, militer atau organisasi-organisasi garis keras sebagai proses yang dilakukan berdasarkan satu sistem nilai untuk menanamkan gagasan, sikap, sistem berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu kepada obyek tujuan, seperti para anggota atau para pengikutnya, dan ada benarnya juga opini yang berkembang tersebut.

'Brainwash' atau cuci otak yang ingin dibahas bukan menyangkut brainwash yang dilakukan oleh mereka yang berhaluan keras, cuci otak yang dimaksud disini adalah bagaimana cara kita mencuci otak kita, biar tidak ada lagi yang mengotori isi otak kita dengan hal-hal yang menguasai seluruh pikiran kita, yang lebih condong kepada kehidupan dunia. Bagaimana memanage pikiran-pikiran kepada hal-hal yang positif, mengubah paradigma yang ada, memaksimalkan kekuatan pikiran kita. dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pikiran. Insya Allah akan dibahas pada tulisan mendatang.

Ngomong-ngomong soal cuci otak, waduh….ana seperti mau dicuci otaknya kalau harus menerima jabatan Ketua RT, kabarnya beberapa warga akan dating menyambangi rumah ana untuk ‘Memaksa’ barangkali, agar ana mau menduduki jabatan 'Non Strategis'ini, atau secara halusnya mereka siap mendukung ana, atau malah mau menjerumuskan ana? …dalam situasi yang tidak menguntungkan ini. Serasa dicuci otak ana….atau mungkin bisa diibaratkan sama dengan mereka yang melakukan 'Tindakan Bom Bunuh Diri', kalau sampai benar-benar jadi Ketua RT nanti. bukan apa-apa kalau jadi Ketua RT, otak kita tidak pernah ada waktu untuk istirahat, yang bisa berakibat terkena 'Kram Otak', atau suatu keadaan dimana otak kita terus menegang dalam waktu yang cukup lama, yang akan memicu terjadinya 'Stroke'.

Mungkin daripada jadi Ketua RT, ana mau bukan Laundry aja, khusus untuk cuci otak, otak para koruptor biar gak korupsi lagi, otak para penjahat biar gak jahat lagi, tapi tidak menerima otak sendiri untuk dicuci agar jadi Ketua RT, hehehe….

So……ada yang mau dicuci otaknya? Kebetulan lagi promosi dan dapat discount 35% non Ppn. Dan kampanye sedikit “Jangan pilih ana jadi Ketua RT, karena antum akan salah pilih”.

Selasa, 17 November 2009

Ketua RT, Peranannya dalam Masyarakat Majemuk

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman”.
( سورة المائدة , Al-Maidah 57)

Sabtu 14 Nopember 2009 kemarin, dilingkungan ana ada Rapat membahas masalah suksesi Ketua Rukun Tetangga yang sudah habis masa jabatannya, agenda Rapat membahas mengenai mekanisme pemilihan Ketua Rukun Tetangga nantinya, pengajuan kandidat-kandidat untuk mereka yang bersedia menjadi Ketua Rukun Tetangga yang baru. Dan agenda lainnya.

Cukup menarik menyimak dan melihat kondisi lingkungan Rukun Tetangga ana yang begitu ‘kompleksitas’ permasalahan yang timbul antar warga dengan warga atau antar warga dengan pengurus, berdasarkan pengamatan yang ana amati dan berdasarkan kaca mata ana yang sudah plus, ana berkesimpulan betapa berat untuk memimpin sekian banyak warga yang lebih dari 100 KK, dengan banyak latar belakang pendidikan, sosial, fikriyah, attitude, dan lain sebagainya yang berbeda-beda tersebut. Ternyata masih lebih mudah membawahi karyawan-karyawan kita atau ratusan bahkan ribuan ‘manpower’ dalam suatu proyek skala besar.

Yang jadi permasalahan disini, ada kandidat yang justru muncul bukan dari kalangan muslim, yang siap untuk menerima tongkat estafet suksesi dalam memimpin Rukun Tetangga ini. Dan sejauh ini belum ada upaya-upaya dari kaum muslimin untuk mengambil tindakan preventif dan persuasive. Dan tadinya ana punya inisiatif untuk mengajukan diri menjadi kandidat sebagai Ketua Rukun Tetangga walau merasa tidak ‘Capable’, ‘Credible’, ‘Competence’, ‘Incridible’ dan mungkin tidak ‘Compatible’ juga, ditambah dari pihak internal tidak mendukung keputusan yang amat sangat tidak popular ini, malah-malah nanti bisa disangka ‘Opportunist’ lagi.

Berangkat dari hal tersebut diatas, ana batal mencalonkan diri menjadi ‘Penguasa Lingkungan’ untuk merubah tatanan warga dan lingkungan menjadi lebih solid lagi, mungkin bisa diistilahkan ‘New Order’ atau membentuk masyarakat ‘Madani’ ( dreamer banget khan…) untungnya masih banyak dan sangat banyak kandidat-kandidat lain yang lebih ‘Incridible’ untuk bisa menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada saat ini. Sementara ana cukup jadi ‘Supporter’ aja dulu dan siap membantu sebisa yang ana mampu.

Mudah-mudahan keputusan ana ini bisa diterima, seperti keputusan yang ana ambil tiga tahun yang lalu untuk menunda 'Jabatan Non Strategis’ ini, kata rumor yang beredar ketika kita menjadi Ketua dalam suatu lingkungan banyak tidak enaknya, enaknya cuma satu kalau ada yang bertanya rumah kita, semua orang tahu…tapi apa benar yah? Rumah Ketua Rukun Tetangga yang sekarang saja ana tidak tahu……………!

Jangan Tanya apa yang bisa Penurus RT berikan untuk kamu, tapi bertanyalah apa yang bisa kamu berikan untuk lingkungan RTmu ( disadur dan ada sedikit perubahan redaksi dari Pidato Abraham Lincoln ).

Rabu, 11 November 2009

Spiritual Company

“Sebuah ide dapat lahir karena pengalaman pribadi, karena melihat orang lain atau karena melihat alam sekitar”

Bukan bermaksud untuk menyaingi buku ‘Coorporate Mystic’nya Gay Hendricks dan Kate Ludeman, bukan juga mem’Plagiat’, mungkin lebih cocok meng’Epigon’ karya Gay Hendricks tersebut, karena cukup menarik isi buku tersebut, hampir semua pengusaha dan eksekutif perusahaan-perusahaan sukses di AS yang diteliti oleh kedua penulis buku ini memiliki sifat-sifat yang biasanya dimiliki oleh para mistikus. Mereka sangat menjaga etika dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual. Mereka menghadirkan, bukan hanya dompet, melainkan juga hati dan jiwa mereka dalam bekerja. itu sebabnya Hendricks dan Ludeman menyebut mereka ‘Mistikus Korporat’.

Dan berdasarkan penelitian tersebut hampir seluruh pengusahanya adalah Non Muslim, jadi menurut ana masih kurang ‘relevan’ juga untuk membabi buta mengikuti prinsip-prinsip dan karakter-karakter yang disebutkan dalam buku tersebut.

Dan pernah juga ana tiga tahun yang lalu bersama dengan beberapa rekan membuat perusahaan yang mempunyai visi dan misi seperti buku diatas, dan punya cita-cita untuk menjadi Enterpreneur yang menginjak bumi dan menembus langit, dan kita sepakat waktu itu memberi nama perusahaan kita ‘PT. Kaffa Cindo’ yang ana adopsi dari kata ‘Kaffah’ yang berarti totalitas, menyeluruh dan bersungguh-sungguh, dan ‘Cindo’ berarti Contractor Indonesia, dalam kenyataannya perusahaan ini hanya sanggup berdiri selama dua tahun saja, bukan karena sepi order, karena visi dan misi yang ingin diemban tidak berjalan sesuai harapan.

Kalau memang Allah berkehendak, sempet kepikiran juga untuk membuat kembali sebuah perusahaan sejenis dengaan visi dan misi yang sama, tetapi dengan personal yang benar-benar ‘concern’ dan ‘consistence’ dengan apa yang akan diemban. Ini terinspirasi dan terinfluence dengan temen ana yang mendirikan perusahaan dan baru berjalan setahun, tapi luar biasa, mungkin ana bisa menyebutnya ‘Spiritual Company’, perusahaan temen ana ini begitu kental nuansa spiritualnya, mereka menjadi Shalat dhuha 2 rakaat adalah menu wajib yang harus ditunaikan setiap jam 08.00 pagi, setiap hari sebelum bekerja, dan melaksanakan tilawah Al Qur’an setiap hari Jum’at.

"Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamukerjakan".
( سورة البقرة , Al-Baqara, ayat 110)

Dan sempet kepikiran juga untuk halaqah kita, apa kita adakan penelitian kepada para pengusaha muslim yang sukses secara spiritual dan finansial, bagaimana mereka bisa membudi dayakan ‘Nuansa Spiritual’ dalam perusahaannya. Bagaimana kalau kita beri judul 'Spiritual Company’ buku kita nanti…?

Waduh….jadi mengkhayal yang gak-gak nih.

SearchSight.com

"Changing the Way that the World Looks at the Internet!"